MANAJEMEN HIPERKES & KESELAMATAN KERJA DI PERUSAHAAN
Ferry Benzon, MSi

Definisi Hiperkes dan Keselamatan Kerja
Lapangan kesehatan yang mengurusi problematik kesehatan menyeluruh dari tenaga kerja. Menyeluruh, berarti usaha-usaha kuratif, preventif, penyesuaian faktor manusia terhadap pekerjaannya dan higiene, dan lain-lain. (Suma’mur)

Latar Belakang Manajemen Hiperkes dan Keselamatan Kerja di Perusahaan
Sejalan dengan konsep manajemen modern yang menitikberatkan pengendalian kerugian  Terciptanya kondisi lingkungan kerja aman, higienis, dan nyaman serta tenaga kerja yang sehat, selamat dan produktif
Selaras dengan ISO seri 14000  Manajemen ini memiliki lingkup yang lebih luas yakni meliputi : Kesehatan Kerja, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (Occupational Health, Safety and Environment)

Maksud dan Tujuan Hiperkes dan K.K.
Memelihara dan Meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja sebagai salah satu unsur sangat penting dari kesejahteraan, dan
Meningkatkan kegairahan kerja, efisiensi, produktifitas dan moril kerja faktor manusia dalam setiap sektor kegiatan ekonomi.

Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan (UU No. 1 tahun 1970) organisasinya adalah Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang keanggotaannya terdiri dari 2 unsur (bipartite) yaitu unsur pengusaha dan unsur tenaga kerja. Bentuk bagian pengorganisasiannya berdasarkan buku Safety Management (D. Keith Denton) adalah sebagai berikut:
Bagian Keselamatan Kerja (Safety Department)
Bagian Kesehatan Kerja (Medical Department)
Bagian Pemadam Kebakaran (Fire Department)
Pengawas Keselamatan dan Produksi (Safety and Production Supervisor)
Pelaksanaan di Lapangan saat Pekerjaan atau produksi sedang berjalan, dimana masing-masing pihak, mulai dari unsur manajer K3, Dokter Perusahaan, Paramedis perusahaan saling berkoordinasi dalam kegiatan Hiperkes dan Keselamatan Kerja di perusahaan.